ENERGI UNTUK GENERASIKU

ENERGI UNTUK GENERASIKU

ENERGI UNTUK GENERASIKU

Tak dapat dibayangkan bila bumi ini kehilangan energi, meskipun ada hukum fisika yang mengatakan “energi tak dapat diciptakan dan energi juga tak bisa dihilangkan”. Namun yang terjadi saat ini adalah penggunaan energi dalam bentuk energi fosil atau bahan bakar yang berlebihan sehingga memungkinkan terjadinya krisis energi. Energi dari fosil membutuhkan waktu jutaan tahun dalam proses pembentukannya dan terbentuk secara alami. Sementara manusia hanya butuh beberapa saat saja untuk menghabiskan energi tersebut. Keterbatasan sumber daya energi inilah yang menjadi permasalahan dunia sehingga beberapa negara berlomba-lomba mengeksplorasi sumber daya energi di seluruh belahan dunia.

Keterbatasan sumber daya energi sebenarnya bisa diatasi dengan mencari sumber daya energi alternatif yang bisa didapatkan dari berbagai macam jenis tumbuhan dan hewan. Belum lagi sumber daya yang berasal dari tenaga angin, tenaga air, tenaga uap dan panas bumi atau geothermal. Namun sayangnya hingga saat ini sumber daya energi tersebut tak benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh negara. Keseriusan dalam mengelola sumber daya energi terutama energi alternatif yang berasal dari tumbuhan atau hewan sangat perlu ditingkatkan mengingat sudah banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa beberapa tumbuhan dan hewan bisa digunakan sebagai sumber daya energi alternatif. Hanya butuh perhatian lebih dari pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengembangkan energi alternatif tersebut.

Keunggulan sumber daya energi alternatif sudah terbukti lebih ramah terhadap lingkungan, tingkat pencemaran yang disebabkan oleh penggunaan energi ini juga terbilang sangat kecil. Lain halnya dengan energi fosil yang tingkat pencemarannya sangat tinggi. Dampak pencemaran udara akibat pembakaran energi fosil sangat berbahaya bagi kesehatan. Selain itu semakin banyaknya karbon yang terlepas ke udara akan berdampak pada rusaknya lapisan ozon sehingga meningkatkan radiasi sinar ultraviolet yang menyebabkan suhu udara semakin panas. Apalagi bila hal ini ditambah dengan deforestasi yang semakin merajalela. Belum lagi mahalnya subsidi energi bagi energi fosil yang sangat membebani keuangan negara, hal ini masih ditambah dengan fluktuasi harga yang terus berubah dengan cepat sehingga dapat menciptakan gejolak perekonomian dunia. Dampak dari fluktuasi harga juga berimbas pada Indonesia dimana harga BBM naik sehingga menyebabkan semua ongkos kehidupan juga dipastikan akan naik. Kondisi inilah yang kemudian dapat menciptakan permasalahan sosial di lingkungan masyarakat seperti meningkatnya kejahatan, kekerasan dalam rumah tangga, menjamurnya kawasan kumuh, tingginya angka kemiskinan dan lain sebagainya.

Selain pemberdayaan energi alternatif, sebenarnya masih banyak yang bisa kita lakukan dalam rangka menghemat energi diantaranya yaitu :

  1. Menggunakan listrik seperlunya saja, misalnya ketika malam hari matikan lampu yang sedianya tidak digunakan, terutama ketika tidur. Mematikan lampu yang tidak digunakan terbukti sangat menghemat energi. Ketika peringatan hari “EARTH HOUR” beberapa waktu yang lalu, PLN mengklain bisa menghemat anggaran lebih dari 1 milyar rupiah, padahal saat itu beberapa kota di Indonesia hanya mematikan lampu selama 1 jam saja. Bisa dibayangkan apabila seluruh kota di Indonesia bisa melakukannya sebulan sekali dan lebih dari 1 jam, tentu akan membantu meringankan beban anggaran subsidi energi.
  2. Gunakan peralatan listrik yang hemat energi seperti lampu, kipas angin, mesin cuci, setrika dan alat listrik lainnya sehingga bisa menghemat penggunaan energi listrik.
  3. Memaksimalkan penggunaan sinar matahari ketika siang hari sehingga tak perlu menyalakan lampu untuk menambah penerangan karena hanya akan membuang-buang energi.
  4. Gunakan sepeda atau berjalan kaki untuk mencapai tempat-tempat yang dekat jaraknya. Selain menghemat energi, kita juga lebih sehat.
  5. Mematikan atau mencabut colokan/kabel listrik ketika selesai digunakan. Jangan biarkan kabel listrik seperti televisi, HP, kipas angin dan lain sebagainya masih terhubungan dengan aliran listrik. Meskipun sudah tidak digunakan tetapi masih menyerap energi dan berbahaya karena bisa menyebabkan kebakaran akibat korsleting listrik.
  6. Kurangi atau hindari penggunaan AC yang banyak menggunakan Freon karena bisa meningkatkan pencemaran lingkungan.

Itulah beberapa kegiatan yang dapat kita lakukan untuk menghemat sumber daya energi sebab energi masih sangat dibutuhkan untuk generasi kita selanjutnya. Sulit membayangkan generasi tanpa energi karena perlahan namun pasti kehidupan juga akan mati. Energi apapun bentuknya sangat dibutuhkan agar generasi kita selanjutnya bisa berkembang jauh lebih baik lagi. Mari sama-sama menghemat energi demi generasi yang akan datang yang lebih baik.

Erwin Bikanofa, S.Pd

Guru Geografi Madrasah Aliyah Citra Cendekia

About the Author

Leave a Reply