Blog : Artikel

Siswa Madrasah Aliyah Citra Cendekia Tembus SNMPTN 2016

Siswa Madrasah Aliyah Citra Cendekia Tembus SNMPTN 2016

Siswa Madrasah Aliyah Citra Cendekia meneruskan kebiasaannya untuk tembus di SNMPTN. Pada tahun 2016 ini, terdapat 4 siswa Madrasah Aliyah Citra Cendekia yang berhasil tembus SNMPTN 2016. SNMPTN itu sendiri adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang diikuti seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah ditetapkan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), diselenggarakan dalam suatu sistem yang terpadu dan serentak. Tujuan dari SNMPTN adalah memberikan kesempatan kepada siswa SMA/MA/SMK yang memiliki prestasi unggul untuk memperoleh pendidikan tinggi dan memberikan peluang kepada PTN untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi. Siswa yang dinyatakan lolos SNMPTN dapat berhak menjadi mahasiswa pada PTN yang dituju dengan tanpa tes.

Madrasah Aliyah Citra Cendekia yang memiliki nilai akreditasi A, mendapatkan jatah 75% siswa yang dapat didaftarkan berdasarkan ketentuan yang diberikan oleh panitia SNMPTN. Dari 42 siswa kelas XII hanya 30 siswa yang dapat didaftarkan, dan kemudian diseleksi oleh sistem untuk mendapatkan siswa yang berhasil diterima. Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Citra Cendekia pada tahun pelajaran 2015/2016 masih menggunakan kurikulum KTSP 2006.

Madrasah Aliyah Citra Cendekia telah membuktikan pada setiap tahunnya berhasil meloloskan siswanya mengikuti SNMPTN. Prestasi yang membanggakan ini diraih oleh 4 siswa kelas XII jurusan IPS. Keempat siswa tersebut adalah Ashla Putri Ramadhani diterima di jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Shabilla Washol Swarisugad diterima di jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ismaeni Widyastuti diterima di jurusan Akuntasi UPN Veteran Jakarta, dan Ajrina Amelia diterima di jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Madrasah Aliyah Citra Cendekia mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih oleh keempat siswanya. Semoga dengan prestasi ini, akan memicu lahirnya prestasi-prestasi lainnya di perguruan tinggi kelak. Bagi siswa yang belum lolos SNMPTN pada tahun ini, masih ada 2 kesempatan lainnya yang bisa diperoleh yaitu SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan UM (Ujian Masuk) yang diselenggarakan secara mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi. Tetap semangat dan rajin belajar.

ENERGI UNTUK GENERASIKU

ENERGI UNTUK GENERASIKU

Tak dapat dibayangkan bila bumi ini kehilangan energi, meskipun ada hukum fisika yang mengatakan “energi tak dapat diciptakan dan energi juga tak bisa dihilangkan”. Namun yang terjadi saat ini adalah penggunaan energi dalam bentuk energi fosil atau bahan bakar yang berlebihan sehingga memungkinkan terjadinya krisis energi. Energi dari fosil membutuhkan waktu jutaan tahun dalam proses pembentukannya dan terbentuk secara alami. Sementara manusia hanya butuh beberapa saat saja untuk menghabiskan energi tersebut. Keterbatasan sumber daya energi inilah yang menjadi permasalahan dunia sehingga beberapa negara berlomba-lomba mengeksplorasi sumber daya energi di seluruh belahan dunia.

Read More

Tiga Bentuk Pemanfaatan Hasil UN

Tiga Bentuk Pemanfaatan Hasil UN

Jakarta, Kemendikbud — Hasil ujian nasional tahun 2015 akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk tiga pemanfaatan. Pemetaan mutu program dan satuan pendidikan, dasar seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, dan pembinaan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Ketiga hal tersebut mengemuka pada rapat kerja (raker) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dengan Komisi X DPR RI, di Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa (27/01/2015).

Read More

Bukan Penentu Kelulusan, UN Dorong Motivasi Timbul dari Kebutuhan Diri Siswa

Bukan Penentu Kelulusan, UN Dorong Motivasi Timbul dari Kebutuhan Diri Siswa

Jakarta, Kemendikbud — Perubahan kebijakan dalam ujian nasional (UN) yang memutuskan UN tidak lagi menentukan kelulusan siswa, dikhawatirkan menyebabkan motivasi belajar siswa menjadi turun. Namun hal itu dibantah Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam.

Nizam mengatakan, dengan menghilangkan fungsi UN sebagai penentu kelulusan, Kemendikbud justru ingin mendorong bahwa motivasi belajar bisa lahir secara intrinsik, yaitu sebagai kebutuhan diri sendiri. “Anak sekolah selama tiga tahun itu kan ingin pintar, atau mencapai kompetensi yang disyaratkan. Kalau nggak ada motivasi itu apa gunanya sekolah,” ujar Nizam saat jumpa pers di Gecung C Kemendikbud, Jakarta, (29/01/2015).

Read More

Sharing alumni

Sharing alumni

Jakarta – MA Citra Cendekia. Siang hari ini (28 Januari 2015) terasa berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dikarenakan banyaknya kendaraan yang masuk ke dalam kawasan Madrasah Aliyah Citra Cendekia. Berita pengumuman pun terdengar di setiap ruang kelas bahwa terdapat pergantian jam kesiswaan yang harusnya pukul 14.00-15.30 diubah menjadi pukul 11.00-12.30 WIB. Jam kesiswaan merupakan waktu khusus yang diberikan Citra Cendekia kepada seluruh siswa agar aktif dalam kegiatan organisasi.

Seluruh guru beserta karyawanpun bergerak menuju ruang aula untuk menyambut salah satu keluarga besar Madrasah Aliyah Citra Cendekia. Keluarga besar yang dimaksud tersebut adalah para alumni dari Madrasah Aliyah Citra Cendekia dari angkatan pertama hingga keempat. Momen siang ini merupakan acara perdana forum silaturahim antara guru dan karyawan dengan seluruh alumni Madrasah Aliyah Citra Cendekia.

Acara yang diselenggarakan oleh wakil kepala bidang kehumasan, Ibu Shofiatul Marhamah dengan koordinator alumni, ini adalah temu kangen dan sharing alumni. Tujuan dari acara ini adalah mempererat tali silaturahim madrasah dan alumni, kemudian masukan saran dari para alumni untuk kemajuan madrasah di masa yang akan datang.

Acara yang dimulai pukul 11.00 WIB ini dibuka oleh kepala Madrasah Aliyah Citra Cendekia, Bapak M. Thantawi Jauhari di depan kurang lebih 40 alumni yang hadir siang itu. Salah satu pesan yang disampaikan kepada kepala madrasah adalah bahwa alumni termasuk keluarga besar madrasah dan jangan sungkan untuk memberi masukan dan saran kepada madrasah. Alumni yang telah mengeyam dunia perkuliahan telah mempunyai banyak pengalaman yang dapat dibagikan kepada adik kelas dan perbaikan madrasah. Prinsip dari Madrasah Aliyah Citra Cendekia adalah terbuka dalam menerima saran dan menghargai segala bentuk sumbangsih alumni baik dari pikiran, waktu dan tenaga. Kepala madrasah berkeinginan bahwa Madrasah Aliyah Citra Cendekia ingin dibangun oleh para alumni karena telah mengenal dengan baik seluk beluk madrasah dibandingkan dengan orang luar.

Setelah pembukaan dan sambutan dari kepala madrasah, tiba kepada saat perkenalan guru baru terhadap alumni. Pada tahun pelajaran 2014/2015, Madrasah Aliyah Citra Cendekia memperkerjakan 4 guru baru sehingga dirasa perlu berkenalan dengan para alumni agar lebih akrab. Suasana penuh canda dan santai tidak membuat acara ini menjadi acara temu kangen biasa. Karena setelah acara perkenalan, para alumni diminta untuk menyampaikan pengalaman dan manfaat yang dirasakan sekarang setelah mengeyam pendidikan di Madrasah Aliyah Citra Cendekia.

Read More

Madrasah Itu Ngga Kacangan

Madrasah Itu Ngga Kacangan

Dendam secara umum, memang diartikan sebagai sifat yang tidak baik, namun beda halnya jika dendam itu menjadi energi positif untuk membangun dan menciptakan sesuatu, apalagi hasilnya untuk kepentingan orang banyak.

Seperti yang dilakukan Drs. H. Abdul Choir dia memiliki dendam mendalam terhadap siapapun yang menilai kalau madrasah itu dianggap lembaga pendidikan yang kacangan. Tak dipungkiri, secara umum dan sampai saat ini, kebanyakan masyarakat menilai madrasah masih seperti itu.

Atas dasar itulah akhirnya di tahun 2004 Drs. H. Abdul Choir mendirikan sebuah yayasan pendidikan yang diberi nama Yayasan Da’wah Islamiah Ashabul Kahfi, yang kemudia di tahun 2008 berdirilah Madrasah Aliyah Citra Cendekia sebagai lembaga pendidikannya. Gedung sekolah megah itu didirikan Drs. H. Abdul Choir di bilangan jalan M. Kahfi 1 No.44 Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Read More

Citra Cendekia Ciptakan Insan Mandiri dan Tangguh

Citra Cendekia Ciptakan Insan Mandiri dan Tangguh

Menciptakan para insan cendekia yang berakhlakul karimah, demikian Bintan Khumaira, M.Si ketua Yayasan Da’wah Islamiah Ashabul Kahfi saat ditanya perihal motivasi dan tujuan didirikannya Madrasah Aliyah Citra Cendekia.

Dalam pemilihan tenaga kependidikan di Citra Cendekia dilakukan dengan seleksi ketat. Dari kepala sekolah hingga kepada tenaga satpam dan teanaga penjaga sekolah. Hal ini dilakukan agar lingkungan sekolah yang terletak di jalan M. Kahfi 1 No.44, CIpedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu sesuai dengan visi dan misi yayasan dalam melaksanakan pendidikan.

Penyeleksian para guru dilakukan dengan bekerja sama dengan salah satu konsultan dengan biaya yang besar. Sehingga guru menjadi faktor utama dan tidak kalah bersaing dengan lembaga pendidikan modern lainnya. Dengan ini Madrasah Aliyah Citra Cendekia berusaha mengangkat opini bahwa madrasah bukan lembaga pendidikan yang kurang baik, Madrasah Aliyah Citra Cendekia ingin menguatkan pandangan masyarakat bahwa saat ini Madrasah bisa lebih baik dibandingkan dengan sekolah umumnya pada tingkat menengah atas.

Read More

PANCASILA IDENTITAS DIRI NEGARA INDONESIA

PANCASILA IDENTITAS DIRI NEGARA INDONESIA

Di era globalisasi yang merambah seluruh dunia khususnya Indonesia telah mengarahkan manusia untuk dituntut menjadi masyarakat Internasional lalu globalisasi pun menghantarkan manusia untuk bisa menerima segala pembaharuan di sendi-sendi kehidupan bermasyarakat yang sekarang kita rasakan adalah masuknya budaya-budaya asing yang bisa membawa dampak positif atau negatif bagi kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia. Era ini tidak bisa kita hindari namun ada hal yang bisa membuat jati diri kita tetap terjaga yaitu dengan memegang teguh pancasila dengan baik karena sifatnya yang fleksibel, pancasila bisa masuk dalam era apapun namun tidak merubah dasar dari pancasila tersebut.

Read More

Mana yang lebih sulit : Menghitung atau Membaca ?

Mana yang lebih sulit : Menghitung atau Membaca ?

Ketika seseorang (baik guru, orang tua, sesama siswa maupun masyarakat yang berada didalam lingkungan sosial) ingin mengetahui seberapa besar atau baiknya siswa dalam proses belajarnya adalah melakukan pengukuran tes dengan standar yang sama. Tes tersebut sebagian besar mengenai menghitung. Dari hasil “matematika” tersebut maka dapat ditentukan siswa dengan kemampuan baik dan yang kurang baik. Rasanya kurang adil memang bila tolak ukur pengukuran adalah menghitung, namun begitulah yang terjadi di dalam lingkungan sosial dalam skala kecil dan dunia dalam skala besar. Namun, kenyataannya membaca sering diremehkan karena semua orang sudah bisa membaca huruf, kata atau kalimat bukan ?

Read More

Memancing Motivasi Intrinsik Siswa Dalam Belajar

Memancing Motivasi Intrinsik Siswa Dalam Belajar

Pekerjaan guru dalam memotivasi siswa untuk belajar memanglah tidak mudah. Di dalam kelas dengan beragam tipe anak, juga harus membuat guru memahami bahwa satu metode yang diterapkan mungkin tidak bisa menjangkau seluruh anak. Namun, ketika guru sudah memahami konsep intrinsik dan ekstrinsik motivasi anak, maka pembicaraan atau materi dalam kelas akan menarik. Masih banyak perdebatan mengenai motivasi anak dalam kelas merupakan sesuatu yang ekstrinsik. Hal ini memang terlihat bahwa motivasi anak dipengaruhi oleh sesuatu dari luar diri siswa seperti keinginan untuk mendapatkan nilai terbaik, agar tidak ditunjuk guru maju ke depan kelas, agar tidak dimarahi guru, ingin mendapatkan perguruan tinggi yang lebih baik dan lain-lain. Nah, hal ini yang sering dimanfaatkan oleh guru untuk memberikan motivasi bagi anak. Motivasi ekstrinsik dibangun berdasarkan norma sosial di masyarakat atau lingkungan sekitar, seperti bila anak mendapatkan nilai yang buruk maka ia akan direndahkan dari lingkungannya atau keluarga, oleh karenanya sang anak akan berusaha keras agar tidak mendapatkan nilai yang buruk atau bila sang anak gagal mendapatkan perguruan tinggi negeri favorit maka sang anak mendapatkan tekanan yang sangat hebat dalam dirinya seperti perasaan malu, gengsi, sedih dan putus asa serta kemudian adanya pembebanan mental dari keluarga ataupun lingkungan sekitar. Berdasarkan contoh diatas merupakan salah satu dari ribuan contoh motivasi ekstrinsik yang tidak tepat diterapkan kepada siswa, bahwa siswa dimotivasi belajar berdasarkan adanya “ancaman”.

Read More